Shopping cart

Subtotal $0.00

View cartCheckout

Orders of $50 or more qualify for free shipping!

Menikmati Kuliner Tradisional Tiongkok di Beijing

Menikmati Kuliner Tradisional Tiongkok di Beijing

Beijing bukan sekadar ibu kota politik Tiongkok, melainkan juga pusat gravitasi kuliner yang menyimpan ribuan tahun sejarah dalam setiap gigitannya. Menjelajahi Beijing berarti membiarkan indra perasa Anda dipandu oleh aroma kayu bakar dari bebek panggang hingga uap panas dari kedai pangsit di gang-gang sempit yang disebut hutong.

Ikon Kuliner: Bebek Peking

Tidak ada kunjungan ke Beijing yang lengkap tanpa mencicipi Bebek Peking (Beijing Kaoya). Hidangan ini adalah mahakarya teknik memasak. Bebek dipanggang di dalam oven khusus hingga kulitnya berwarna cokelat kemerahan dan memiliki tekstur yang sangat renyah, namun dagingnya tetap lembut dan juicy.

Cara menyantapnya pun merupakan seni tersendiri. Selembar panekuk tipis diolesi saus kacang manis (tianmianjiang), lalu diisi dengan irisan bebek, batang daun bawang, dan timun segar. Perpaduan antara rasa gurih, manis, dan tekstur renyah menciptakan ledakan rasa yang tak terlupakan.

Kehangatan di Tengah Kota: Hot Pot dan Jiaozi

Saat suhu Beijing mulai menurun, penduduk setempat biasanya beralih ke Manchu Hot Pot. Berbeda dengan hot pot modern, gaya tradisional Beijing menggunakan panci tembaga dengan cerobong arang di tengahnya. Irisan tipis daging domba dicelupkan ke dalam kaldu mendidih, lalu dicocol ke saus wijen yang kental.

Selain itu, Jiaozi (Pangsit) adalah elemen wajib dalam kuliner Tiongkok. Di Beijing, pangsit sering diisi dengan campuran babi dan kucai. Menikmati sepiring jiaozi panas di kedai pinggir jalan memberikan rasa hangat yang otentik, seolah kita sedang diundang ke ruang makan keluarga lokal.

Menjelajahi Hutong: Jajanan Khas yang Unik

Untuk pengalaman yang lebih membumi, masuklah ke kawasan hutong. Di sini, Anda akan menemukan:

  • Jianbing: Crepes gurih dengan telur, kerupuk renyah, dan saus pedas-manis, sering disantap sebagai sarapan.

  • Zhajiangmian: Mi tebal yang disiram saus pasta kedelai hitam fermentasi dan potongan daging, disajikan dengan berbagai sayuran segar.

  • Tanghulu: Manisan buah (biasanya buah hawthorn) yang ditusuk sate dan dilapisi gula sirup yang mengeras, memberikan sensasi asam-manis yang segar.

Kesimpulan

Kuliner Beijing adalah cerminan dari karakteristik kotanya: megah namun rendah hati, tradisional namun tetap relevan. Dari restoran mewah yang menyajikan hidangan https://www.tedsfishfry.net/ kekaisaran hingga kedai kecil di sudut gang, setiap hidangan menawarkan cerita tentang budaya yang bertahan selama berabad-abad. Makan di Beijing bukan hanya soal mengenyangkan perut, tapi juga cara terbaik untuk memahami jiwa dari Tiongkok itu sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *